Tampilkan postingan dengan label Materi Kuliah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Materi Kuliah. Tampilkan semua postingan

14 Des 2015

Pengertian dan Macam-macam Sensor dan Tranduser


   Dalam dunia Industri pada era moderen ini semua serba otomatis ini semua karena paada mesin-mesin industri sudah terintegrasi dengan sebuah sensor dan tranduser sehingga mesin-mesin pada industri tersebut akan otomatis bekerja saat sebuah kondisi dari sensor dan tranduser terpenuhi.sebulum kita melangkah lebih jauh tenta penggunaan sensor tranduser maka anda perlu mengetahui terlebih pengertian sensor dan tranduser itu sendiri.

    Tranduser merupakan sebuah komponen yang mampu mengubah suatu energi menjadi energi lain . dan sensor merupakan salah satu bentuk daripada tranduser sensor ini bisa merubah besaran fisis mnenjadi besaran listrik seperti sensor cahaya yang dapat merubah besaran cahaya menjadi besaran listrik yaitu hambatan.namun pada banyak

 Macam-macam Sensor yang sering digunakan :
  1. Sensor Cahaya sensor ini banyak digunakan untuk lampu-lampu otomatis dijalan salah satu contoh dari sensor cahaya ini adalah LDR (Light Dependent Resistor) dimana LDR ini merubah besarans fisis (cahaya) menajidi besarn listrik (hambatan) selain LDr masih banyak lagi jenis-jenis sensor cahaya.
  2. Sensor Tekanan sensor ini mampu merubah tegangan mekanis menjadi sinyal listrik salah satu sensor tekanan adalah Strain Gauge.
  3. Sensor Proximity sensor proximity atau juga bisa disebut dengan sensor jarak sensor ini mampu mendeteksi suatu objek tanpa melakukan kontak fisik salah satu contoh sensor jarak adalah sensor ultrasonik dimana sensor ini mampu mengetahui jarak benda dan objek melalui pemantulan gelombang ultrasonik yang dipancarkan
  4. Senosor suhu seperti namanya senso suhu ini mampu merubah besaran fisis yaitu sushu menjadi besaran listrik sensor suhu ini banyak jenis nya dan mempunyai karakteristik yang berbeda-beda beberapa contoh sensor suhu yaitu PTC,NTC dan LM35
 oke sahabat demikian sedikit ilmu dari saya semoga bisa bermanfaat untuk penjelasan lebih lanjut tentang macam-macan sensor dan fungsinya akan saya jelaskan pada postingan saya berikutnya jadi jangan lupa ya nantikan postingan-postingan saya berikutnya.

13 Des 2015

Penguat Non-Inverting Op-amp

Assalamu’alaikum Wr. Wb. Hallo Sahabat Dunia Elektro kali ini saya akan memposting tentang materi Op-amp sebagai penguat Non-Inverting. Materi ini adalah kelanjutan dari postingan materi Penguat Inverting Op-amp kemarin. Pada penguat Non-inverting ini rangkaiannya juga hampir sama dengan rangkaian penguat Inverting hanya saja bedanya pada rangkaian Non-invering ini inputan melalui Kaki (+) positif Op-amp sedangkan Ground disambungkan dengan kaki (-) negatif pada Op-amp untuk lebih jelasnya berikut adalah gambar rangkaiannya.

Gambar 1. Penguat Non Inverting Op-amp

Pada rangkaian Op-amp Non-inverting ini sinyal output yang dihasilkan se-fasa dengan sinyala output ini berbeda dengan sinyal yang dihasilkan output dari rangkaian penguat Inverting yang sinyal outpunya berbeda 180o dengan sinyal input. Dan berikut adalah gambar sinyal inputan dan outputan penguat Non-inverting yang saya simulasikan pada software multisim di laptop dengan penguatan 2 kali.

Gambar 2. Gelombang input output penguat Non-inverting

Pada gambar 2 diatas merupakan gambar dari hasil simulasi rangkaian penguat Non-inverting dimana warna merah adalah gelombang Inputan dan Warna biru adala gelombang outputan. Dan  terlihat pula bahwa antara gelombang input dan output se-fasa atau tidak ada perbedaan fasa antara input dan outputnya. kemudian untuk mencari rumus Voutnya maka perhtikan gambar arah arus berikut dan penjelasannya.

Gambar 3. Arah arus dan analisa rangkaian Non-Inverting

Dari analisa arah arus pada gambar 3 diatas maka dapat kita peroleh persamaan dan rumus sebagai berikut ini :


Maka diperoleh rumus untuk mencari Vout adalah



Dan untuk rumus penguatn dari penguat Non-inverting ini adalah


Oke sahabat Dunia elektro demikian sedikit pengetahuan yang bisa saya bagi dengan sahabat-sahabat sekalian semoga bermanfaat dan jangan lupa nantikan postingan-postingan saya berikutnya .


11 Des 2015

Alat Ukur Listrik


Hai sahabat dunia elektro berjumpa lagi dengan saya ^_^. kali ini saya akan membahas tentang alat ukur listrik. Sebelum kita membahas lebih jauh tentang alat ukur listrik maka kita perlu tau pengertian tentang alat ukur itu sendiri. Oke langsung aja saya jelaskan apa itu alat ukur, alat ukur adalah suatu alat yang digunakan untuk membandingkan suatu objek dengan objek lain yang telah ditentukan dengan acuan yang sudah disepakati dunia sehingga menghasilkan ukuran yang seragam . sehingga dapat kita simpulkan bahwa alat ukur listrik adalah alat ukur yang digunakan untuk mengetahui suatu ukuran dalam besaran listrik  tertentu.
Oke jika sudah paham tentang pengertian alat ukur berikutnya kita bahas tentang besaran-besaran yang akan kita gunakan dalam pengukuran listrik untuk lebih jelasnya silahkan lihat tabel berikut ini :

Setelah memahami macam – macam besaran listrik, berikutnya kita akan membahas tentang macam-macam alat ukur yang digunakan untuk pengukuran listrik dan berikut adalah macam-macam alat ukur listrik beserta penjelasan singkat tentang fungsi dari alat ukur tersebut
1.  Volt meter : Volt meter adalah sebuah alat ukur yang digunakan untuk mengukur beda potensial (tegangan).
2.       Ampere meter : Ampere meter adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukura kuat arus listrik pada suatu rangkaian listrik.
3.     Ohm meter : Ohm meter adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur suatu hambatan (ohm).
4.  Multimeter atau AVO meter : adalah alat ukur yang dapat digunakan untuk mengukur tegangan (V), kuat arus(I), dan juga Hambatan (ohm).
5.  Osciloscope : adalah alat bantu yang dapat digunakan untuk menampilkan bentuk atau tingkah laku gelombang yang berubah-ubah terhadap waktu sehingga kita bisa mengetahui bentuk gelombang, beda fasa, frekuensi, periode dan tegangan.
6.    Tangamper : tang amper adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur kuat arus pada rangkaian tanpa harus memotong kabel pada rangkaian tersebut.
7.   Watt meter : yaitu alat ukur yang diguankan untuk mengukur suplay energi listrik dalam satuan Watt
8.    KWHmeter : adalah alat yang digukan untuk mengetahui besar energi yang dipakai biasanya dipasang PLN pada rumah rumah warga untuk mengatuhuin besar konsumsi tenaga listrik yang digunakan oleh warga atau konsumen listrik .

Oke sahabat dunia elektro itu saja sedikit postingan saya tentang Alat ukur listrik untuk penjelasan lebih jelasnya tentang fungsi dan cara penggunaan dari macam-macam alat ukur listrik tunggu postingan saya berikutnya.

9 Des 2015

Penguat Inverting Op - Amp

Assalamu’alaikum Wr. Wb. Oke sahabat Dunia Elektro kali ini saya akan menshare sedikit pengetahuan saya tentang penguat inverting seperti yang saya bahas pada postingan sebelumnya yaitu tentang Operational Amplifier atau Op-Amp dimana Op-amp ini banyak diaplikasikan dalam berbagai rangkaian elektronika seperti : penguat inverting, Non-inverting, integrator diferensial dan lain-lain.
Penguat inverting merupakan penguat yang mempunyai karakteristik dimana sinyal input dan outputnya mempunyai beda fasa sebesar 180pada penguat inverting ini rangkaiannya sangatlah sederhana hanya terdiri dari sebuah Op-Amp dan 2 resistor untuk lebih jelasnya tentang rangkaian penguat iverting ini maka berikut adalah gambar rangkaiannya

Gambar 1. Rangkaian Penguat Inverting

Dari gambar diatas maka kita dapat mencari rumus untuk menghitung Voutnya dengan persamaan berikut ini :

Kemudian dari dua rumus yang peroleh kita subtitusikan 
Kemudian setelah diketahui rumus untuk mencari Voutnya maka kita dapat menegtahui rumus penguatannya yaitu :
(catatan : tanda  minus (-) menunjukkan perbedaan fasa sebesar 180o)

sehingga Karakteristik bentuk gelombangnya adalah sebagai berikut ini :


Gambar 2. gelombang hasil gelombang penguat Ineverting

Gambar diatas merupakan hasil simulasi yang saya lakukan menggunakan software multisim. terlihat bahwah antara gelombang input (warana merah) dan gelombang output (warna biru) berebeda fasa 180. dimana rangkaian invertingnya saya gunakan penguatan 2 kali sehingga gelombang output akan 2 kali dari gelombang input .
Oke sahabat Dunia Elektro demikianlah sedikit ilmu yang saya bagikan semoga bermanfaat buat sahabat - sahabat sekalian. bila ada kesalahan-kesalahan saya mohon maaf dan mari kita diskusikan .demikian dari saya sampai bertemu lagi di postingan berikutnya 

7 Des 2015

Op-Amp (Operational Amplifier)


Gambar. 1 Operational Amplifiier

Operational Amplifier atau yang di singkat op-amp merupakan salah satu komponen analog yang sering digunakan dalam berbagai aplikasi rangkaian elektronika. Aplikasi op-amp yang paling sering dipakai antara lain adalah rangkaian inverter, non-inverter, buffer, adder (penjumlah), integrator dan differensiator. Penguat operasional (op-amp) adalah penguat diferensial dengan dua masukan dan satu keluaran yang mempunyai penguatan tegangan yang amat tinggi, yaitu dalam orde 105. Oleh karena itu, penguat operasional lebih banyak digunakan dengan loop tertutup dari pada dalam lingkar terbuka.

Pada Op-Amp, memiliki 2 rangkaian feedback (umpan balik) yaitu feedback negatif dan feedback positif dimana feedback negatif pada op-amp memegang peranan penting. Secara umum, umpan balik positif akan menghasilkan osilasi sedangkan umpan balik negatif menghasilkan penguatan yang dapat terukur. Dalam op-amp ideal pada inputan anatara inputan inverting dan non inverting terdapat hambatan atau impedansi tak terhingga dan berikut lebih jelasnya liht gambar 2


Gambar. 2 ekivalen op-amp ideal



luvne.com luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.comnya.com.com